Tampilkan postingan dengan label Jual Biocatfish. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Jual Biocatfish. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 03 Agustus 2013

Cara Budidaya Cacing Sutra

Teknik budidaya cacing sutra dengan hanya menggunakan Biocatfish (Probiotik khusus Lele) sebagai asupan/ biota tunggal Cacing Sutra. Karena benarlah adanya, cacing sutra adalah primadona pembenih ikan dan sangat dicari oleh hobiis ikan hias yang membuat harga cacing sutra sangat mahal sementara peternak cacing sutra masih sedikit dan minim kompetitor.

Panduan ini dibuat didasarkan fakta lapangan, bukan didasarkan uji kaji ilmiah, saya tidak memasukkan standar survival life cacing sutra seperti berapa kadar oksigen yang dibutuhkan, Ph air, kekeruhan, salinitas, suhu dan pakan yang ideal untuk cacing sutra. Saya hanya menganalisa, cacing tetap hidup tanpa bantuan pakan atau campur tangan manusia dan muncul dengan sendirinya di:
1. Parit-parit terbuat dari semen yang tidak terdapat media tanahnya.
2. Dialam liar yang airnya mengalir tenang, dibelakang pabrik gula dan dibelakang pabrik tahu
3. Anak sungai kecil yang udaranya hangat, didepan ruko dan pemukiman penduduk

Rasio luas kolam 1mx2m
1. Setelah media tanah (diayak/saring) dimasukkan kekolam, tebarkan : Urea 2 kg, dolomit 4 kg, Pupuk TSP atau ZA 2 kg. (sebelum diberi air)
2. Biarkan 5 hari untuk menghilangkan telur2 predator, hama, parasit, virus.
3. Hari ke-6 beri air (3cm) ratakan permukaan kolam. Hari ke-13 beri indukan cacing sutra 2 kaleng.
4. Cuci cacing sutra dengan air bersih/sumur agar bebas dari bakteri patogen.
5. Dihitung dari hari ke-13, dua minggu kemudian akan tumbuh bakal calon cacing sutra
berwarna putih dengan tekstur lembut pertanda cacing sutra berhasil anda budidayakan. 1 bulan kemudian kolam terlihat indah bak hamparan karpet merah. Panen tiap 15 hr sekali.
6. Beri peneduh minimal 75% dari luas kolam untuk mengurangi intensitas sinar matahari langsung.
7. Pintu air masuk harus sama besar dengan pintu keluar, air yang keluar maksimal 1 liter/menit
8. Saluran air sebaiknya dialirkan dari kolam (lele, nila, gurami yang pakannya diberi BIOCATFISH)
9. Tinggi kolam sebaiknya minimal 100cm agar predator seperti kodok tidak melompat kekolam

Sumber : mahakam.biz

Cara Membuat Pakan Alternatif Lele

Dalam beberapa tahun terakhir sejak munculnya strain baru lele yaitu lele sangkuriang pada tahun 2004, budidaya lele semakin pesat berkembang dan diminati masyarakat luas sebagai bisnis sampingan atau budidaya dalam skala besar. Belum lagi dengan hadirnya lele jenis phyton dan masamo, serta akan hadirnya strain lele sangkuriang jilid II yang semakin menggusur kepopuleran lele Dumbo yang eksis sejak tahun 80-an. Dengan berbagai keunggulan seperti pertumbuhan yang cepat, pakan lebih hemat, ikan lebih kuat dan tahan terhadap berbagai penyakit membuat ikan lele semakin hari semakin diminati masyarakat. Bahkan diberbagai tempat permintaan pasar akan pasokan ikan lele selalu kurang. Dengan semakin luasnya permintaan pasar, maka banyak para peternak lele pemula bersemangat untuk ikut ambil bagian dalam usaha budidaya lele. Namun setiap bisnis atau usaha hampir selalu memiliki kendala, pakan misalnya. Dengan semakin tingginya permintaan pakan buatan untuk ikan lele maka semakin hari harga pakan pellet semakin tinggi saja. Bayangkan, untuk didaerah Palembang saja, harga pakan pellet dipasar dengan kadar protein 28-30% dipatok Rp 240.000,-/sak(30kg) sedangkan pakan pellet dengan kandungan protein 31-33% dipatok harga Rp 270.000,-/sak(30kg). Mahalnya harga pakan ikan lele membuat para peternak lele berpikir ulang berkali-kali untuk budidaya lele. Oleh karena itu harus betul-betul pandai dalam management pakan lele. Jika 100% pakan beli dari toko pertanian yaitu pellet, maka profit yang diharapkan tentunya sangat sedikit, dikarenakan pengeluaran tertinggi ada di pembelian pakan.

Namun, hal ini tidak lagi terjadi jika peternak dapat mencari pakan alternatif sendiri. Banyak para peternak lele masih belum mengetahui akan hal ini, terutama para pemula yang baru saja beternak lele, padahal masalah pakan ini dapat diakali dengan bantuan pakan alternatif.
Pakan alternatif sangatlah banyak, asal peternak mau berusaha mencari dan tidak jijik. Beberapa yang dapat dijadikan pakan alternatif ikan lele diantaranya :
1. Limbah ikan di pasar
2. Usus/jeroan ayam
3. Bekicot / keong mas
4. Kotoran sapi
Nah, pada point 1-3 di atas, semuanya dapat diberikan secara langsung tanpa melalui proses hingga menjadi pakan siap pakai. Sedangkan kotoran sapi (Tletong) harus melalui beberapa tahapan agar bisa menjadi pakan yang memiliki kadar protein yang cukup untuk lele. Berikut akan akan diuraikan cara pembuatan pakan alternatif dari kotoran sapi.

Cara Membuat Pakan Alternatif dari Kotoran Sapi (Tletong) :
1. Ambil limbah kotoran ternak/sapi kira-kira 10 kg
2. Masukkan 20 tutup botol biocatfish yang merupakan probiotik khusus lele ke limbah kotoran sapi
3. Tutup rapat dalam wadah kedap udara (untuk mempercepat proses penguraian, penyatuan semua zat/kandungan atau inilah yang disebut fermentasi)
4. Setelah minimal 24 jam beri lubang untuk udara masuk biarkan selama minimal 3 hari semakin lama semakin bagus (setelah 3 hari lebih akan keluar cacing)
5. Pakan sudah jadi dan siap diberikan ke lele (sumber: Mahakam.biz)

Untuk mempercepat proses penguraian kotoran ternak, dapat juga diberi tambahan berupa ampas kelapa, air beras, air kelapa, atau kulit buah-buahan sesuai dengan ketersediaannya ditempat masing-masing. 

Baca juga Cara Pembuatan Pakan Lele dari Fermentasi Ampas Tahu