Tampilkan postingan dengan label Vaksin Ikan Lele. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Vaksin Ikan Lele. Tampilkan semua postingan

Rabu, 12 Februari 2014

Vaksin HydroVac; Pencegah Aeromonas Hydrophila Pada Lele

Aeromonas Hydrophila adalah salah satu bakteri yang dapat menyebabkan timbulnya penyakit pada ikan yang dipelihara dengan sistem intensif. Bahaya utama yang dapat dimunculkan oleh bakteri ini adalah dapat menyerang ikan yang masih berukuran sebesar jari manusia untuk kemudian menyebabkan kematian massal. Diantara cirri-ciri ikan (terutama lele) yang terkena penyakit ini adalah bercak merah, borok, perut mengembung, dan benih lele menggantung. Penyakit inilah yang paling ditakuti oleh para petani ikan lele karena dapat menimbulkan kerugian yang besar bahkan bisa menimbulkan kematian ikan 100 %.

Metode yang banyak digunakan untuk menaggulangi penyakit pada ikan budidaya adalah pengobatan dengan zat kimia atau antibiotik. Cara ini sangat beresiko karena dapat menimbulkan resistansi terhadap bakteri, memerlukan biaya yang cukup mahal, serta dapat mencemari lingkungan. Antibiotik biasanya diberikan melalui makanan, perendaman, atau penyuntikan, sehingga residu antibiotik dapat terakumulasi pada ikan. Untuk menghindari dampak negatif dari penggunaan antibiotik, penanggulangan penyakit ikan diupayakan melalui peningkatan kekebalan ikan dengan vaksinasi. Salah satu vaksin yang digunakan untuk mencegah penyakit Aeromonas adalah HydroVac.

HydroVac dapat menginduksi respon kekebalan fisik pada ikan, dan akan terdeteksi dalam waktu 2-3 minggu pasca vaksinisasi. Dengan sekali pemberian, vaksin HydroVac mampu melindungi ikan terhadap infeksi penyakit Aeromonas selama 3-4 bulan. HydroVac mengandung sel utuh (whole cell) bakteri A, hydrophilia kode isolate 26, Phosphate Buffered Saline (PBS) dan bahan preservative.
Untuk meningkatkan kadar antibodi hingga level protektif, perlu dilakukan vaksinasi ulang (booster) yang diberikan 1,5 bulan kemudian. Booster akan meningkatkan level antibodi yang sangat signifikan selama 3-12 bulan.

Persyaratan yang perlu diperhatikan sebelum melakukan vaksinasi terhadap ikan lele yaitu :
1. Ikan telah berumur 3 minggu atau lebih,
2. Status kesehatan ikan harus dalam kondisi baik, hindari memberikan vaksin pada populasi ikan yang sedang sakit,
3. Suhu air relatif hangat (di atas 25 derajat celcius) dan stabil.

Aplikasi HydroVac:

1. Perendaman
Perendaman dalam larutan HydroVac selama 15-30 menit. Perendaman dapat dilakukan dalam bak beton/fiber glass/akuarium atau ember plastik. Dosis yang digunakan adalah 100 ml vaksin untuk setiap 10 liter air. Jumlah ikan untuk sekali perendaman kurang lebih sebanyak 20.000-25.000 ekor/m3, dan larutan bekas rendaman tersebut masih bisa digunakan sekali lagi untuk vaksinasi dengan jumlah ikan yang sama.
2. Melalui pakan ikan (pellet).
Teknik ini cocok untuk ikan yang sudah dipelihara di kolam atau vaksinasi ulang (booster). Vaksin diencerkan terlebih dahulu dengan air bersih, kemudian dimasukkan ke dalam alat semprot. Semprotkan larutan vaksin tersebut ke pakan secara merata, dikeringanginkan dan selanjutnya segera diberikan kepada ikan. Dosis yang diberikan adalah 2-3 ml/kg bobot tubuh ikan. Pemberian vaksin melalui pakan sebaiknya dilakukan selama 5-7 hari berturut-turut.
3. Melalui Penyuntikan
Teknik ini cocok untuk induk maupun calon induk ikan. Aplikasi dapat dilakukan secara intra politoneal (i.p) atau intra muscular (i.m). Dosis yang diberikan adalah 0,1-0,2 ml/kg bobot ikan.

Vaksinasi Pada Ikan

Salah satu penghambat dalam budidaya perikanan adalah adanya penyakit yang menyerang ikan. Cara penanganan ikan yang sakit (atau pengendalian penyakit) bisa dengan pencegahan maupun pengobatan.

Obat dan antibiotika efektif dalam pengobatan penyakit parasitikdan bakterial, tetapi antibiotika menimbulkan masalah, antara lain resistensi bakteri, residu antibiotika di ikan (untuk keamanan pangan) dan residu antibiotika di perairan yang menyebabkan kerusakan lingkungan. Karena itulah beberapa produk perikanan Indonesia di tolak pasar Uni Eropa karena terdapat residu antibiotik.

Cara yang paling murah dan efisien dalam pengendalian penyakit adalah dengan pencegahan. Mencegah timbulnya penyakit dapat dengan pengelolaan lingkungan, penggunaan pakan yang tepat mutu, tepat jumlah,dan tepat pemberiannya. Salahsatu cara pencegahan yang sekarang sudah mulai diaplikasikan adalah dengan cara menimbulkan kekebalan tubuh.

Kekebalan pada ikan dapat ditimbulkan baik dengan menggunakan vaksin maupun dengan menggunakan imunostimulator lain. Prinsip dasar vaksinasi yaitu memasukkan vaksin/antigen kedalam tubuh ikan sehingga antigen tersebut merangsang system imun tubuh ikan untuk memproduksi antibodi(kekebalan specifik).

Dengan hanya 1 atau dua kali pemberian vaksin biasanya daya tahan tubuh/kekebalan akan bertahan sampai akhir masa pemeliharaan ikan. Vaksinasi memiliki beberapa keunggulan, yaitumampu menggantikan antibiotik, tidak ada dampak negatifpada ikan, tanpa residu berbahaya, tidak membuat patogen resisten, serta bisa diterima pasar (ekspor).

Salah satu penentu keberhasilan program vaksinasi yaitu bagaimana dan kapan sebaiknya vaksin itu diberikan. Karena itu ada beberapa persyaratan yang sebaiknya diperhatikan sebelum melakukan vaksinasi terhadap ikan, yaitu :

(1) Sebaiknya ikan telah berumur 3 minggu atau lebih, karena pada umur kurang dari 3 minggu, organ-organ yang berperan dalam sistem pembentukan antibodi belum sempurna.

(2) Ikan yang akan divaksin harus dalam kondisi optimal. Ikan yang sedang sakit/stres sebaiknya jangan divaksinasi terlebih dahulu sampai ikan sehat lagi.

(3) Suhu air relatif hangat (diatas 26 oC). Vaksinasi dan pemeliharaan ikan pada suhu air ≥ 28 oC menyebabkan respon antibodi yang terbentuk akan lebih cepat dibandingkan dengan suhu air yang lebih rendah.

(4) Air yang digunakan untuk melakukan vaksinasi dan pemeliharaan ikan harus bebas dari unsur polutan. Air yang mengandung unsur polutan akan menghambat proses pembentukan antibodi dalam tubuh ikan.



Teknik aplikasi vaksin pada ikan ada beberapa cara yaitu:

(1) Aplikasi vaksin melalui perendaman

Teknik perendaman biasanya diaplikasikan untuk ikan yang ukurannya kecil dan dalam jumlah banyak. Ikan yang akan divaksinasi dimasukkan/direndam kedalam larutan yang telah diberi vaksin selama 15 – 30 menit. Selama proses vaksinasi sebaiknya dilengkapi dengan aerasi dan kepadatan ikan tidak terlalu tinggi (antara 100 – 200 gram/L air).

(2)Aplikasi vaksin melalui pakan

Teknik ini lebih sesuai untuk ikan-ikan yang sudah dipelihara dalam kolam pemeliharaan ataupun sebagai upaya vaksinasi ulang (booster). Dosis vaksin yang digunakan untuk teknik ini sesuai dengan dosis yang direkomendasikan (sebagai contoh untuk vaksin HydroVac adalah 3-5 ml/kg bobot tubuh ikan) dan pemberian vaksin melalui pakan sebaiknya dilakukan selama 5 – 7 hari berturut-turut.

(3) Aplikasi vaksin melalui suntikan

Cara pemberian vaksin dengan melalui suntikan lebih tepat untuk ikan-ikan yang berukuran relatif besar, jumlahnya tidak terlalu banyak dan berharga, misalnya induk ikan. Keuntungan pemberian vaksin melalui penyuntikan adalah 100% vaksin dapat masuk ke dalam tubuh ikan. Cara penyuntikan yang biasa dilakukan, yaitu dimasukkan ke rongga perut (intra peritoneal) dan dimasukkan ke otot/daging (intra muscular) dengan sudut kemiringan jarum suntik (needle) kira-kira 30o.(trobos.com)