Tampilkan postingan dengan label Pakan alternatif lele. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pakan alternatif lele. Tampilkan semua postingan

Jumat, 24 Januari 2014

Cara Membuat Pakan Lele dari Ampas Tahu

Dalam usaha Budidaya lele kita juga bisa membuat ramuan pakan organik yang berbahan dasar "Ampas Tahu" dengan tujuan agar lele dapat berkembang seperti di habitat aslinya yaitu memakan makanan yang berasal dari bahan organik dan ikan lele akan tumbuh dengan baik. Selain itu hal tersebut juga untuk menekan atau mengurangi biaya pengeluaran serta mengurangi menumpuknya limbah dari Ampas Tahu tersebut.

Berikut kami akan jelaskan teknik pembuatan pakan lele dari ampas tahu. Sebelumnya persiapkan bahan-bahan sebagai berikut:
1. Ampas Tahu 5 Kg
2. Dedak Halus 5 Kg
3. Tepung Ikan 1 Kg
4. Tetes Tebu/Molase 1 liter
5. Probiotik 200 ml
6. Ragi Tempe 2 sdm

Setelah seluruh bahan dicampur dan diaduk rata kemudian dimasukkan ke dalam drum/ember/kantong plastik yang diberi lobang udara dengan menggunakan selang untuk mengalirkan gas/udara yang ujungnya ditutup plastikatau bekas gelas air mineral tetapi jangan terlalu tertutup rapat (sebagian terbuka untuk keluar masuknya oksigen). Kemudian disimpan dan dibiarkan selama 5 hari agar terjadi proses fermentasi secara alami.

Setelah di Fermentasi 5 hari Pakan Lele Organik sudah bisa dimanfaatkan dengan ketentuan sebagai berikut :
1. Bisa diberikan langsung ke Lele dengan cara dikepalkan sehingga lele bisa mengkonsumsi secara langsung
2. Disarankan diberikan ke Lele yang umurnya diatas 1 bulan dari penebaran ukuran benih 5-7, sebelumnya bisa diberikan dari hasil fermentasi dan pakan alami pupuk kandang
3. Pemberiannya jangan bersamaan dengan pemberian pellet ikan
4. Prosentase pemberian 5% dari Biomas Ikan (1,5 – 2 kali jumlah pemberian pakan Pellet).
5. Frekuensi pemberian pakan lele organik dari ampas tahu ini bisa 2 – 3 kali sehari diberikan pada pagi/siang hari

Jadi dari penjelasan diatas bisa kita ambil kesimpulan bahwa budidaya ikan lele organik sangatlah murah dan mudah. Sebab harga pakan lele pabrikan yang berbentuk pellet harganya terus mengalami kenaikan, saat ini sudah di atas Rp 9.000 . Sedangkan harga pakan lele organik cuma berkisar Rp 2.000 - 3.000 perliter atau pun per kg fermentasi ampas tahu tergantung harga bahan mentah yang digunakan. (diolah dari deptan.go.id)

Cara Membuat Pakan Alami Lele dari Kotoran Sapi

Ada berbagai cara dalam mengolah limbah atau kotoran sapi menjadi pakan alternatif untuk lele. Mengapa yang digunakan adalah kotoran sapi? Hal ini karena kotoran sapi lebih cepat diuraikan dan menghasilkan organisme dengan bantuan probiotik sehingga bisa digunakan sebagai pakan utama lele.
Cara pembuatannya adalah sebagai berikut:

1. Kumpulkan kotoran sapi yang telah dikeringkan
2. Dalam keadaan kering kotoran sapi tersebut di masukkan ke dalam kolam
3. Campurkan larutan probiotik dan tetes tebu/gula dengan perbandingan 1 liter probiotik Biocatfish 2 liter tetes tebu/gula dan 10 liter air sampai merata.
4. Dalam waktu 7-10 hari akan tumbuh plankton-plakton yang akan menjadi pakan utama lele.
5. Cara pemberian pakan untuk lele cukup diambil beberapa ember dari kolam yang berisi plankton tadi kemudian dimasukkan kedalam kolam lele dan dalam waktu kurang lebih 3- 4 bulan lele bisa di panen. (diolah dari deptan.go.id)

Memang menggunakan pakan organik dari kotoran sapi memerlukan waktu panen yang sedikit lebih lama dari cara budidaya biasa dengan menggunakan pellet tetapi dari sisi perbandingan biaya pakan akan sangat jauh berbeda. Bahkan menggunakan pakan organik dari fermentasi kotoran sapi ini dapat menghemat pakan 30-60%. Budidaya lele dengan pakan organik dari kotoran sapi banyak sekali manfaatnya, diantaranya adalah tidak perlu sering mengganti air kolam, lele organik mempunyai rasa daging yang lebih gurih, air bekas budidaya lele organik sangat baik untuk memupuk tanaman baik untuk pembibitan tanaman hortikultura (cabe, tomat dan lain-lain) ataupun untuk pembibitan tanaman keras seperti bibit jabon, sonokeling dan lain-lain serta masih banyak lagi manfaat lele dengan pakan organik ini.

Silahkan dicoba praktekkan sehingga bisa mensiasati budidaya lele untuk memperoleh hasil maksimal dengan modal minimal walau hanya menggunakan bahan pakan yang ada disekitar kita.

Sabtu, 03 Agustus 2013

Cara Membuat Pakan Alternatif Lele

Dalam beberapa tahun terakhir sejak munculnya strain baru lele yaitu lele sangkuriang pada tahun 2004, budidaya lele semakin pesat berkembang dan diminati masyarakat luas sebagai bisnis sampingan atau budidaya dalam skala besar. Belum lagi dengan hadirnya lele jenis phyton dan masamo, serta akan hadirnya strain lele sangkuriang jilid II yang semakin menggusur kepopuleran lele Dumbo yang eksis sejak tahun 80-an. Dengan berbagai keunggulan seperti pertumbuhan yang cepat, pakan lebih hemat, ikan lebih kuat dan tahan terhadap berbagai penyakit membuat ikan lele semakin hari semakin diminati masyarakat. Bahkan diberbagai tempat permintaan pasar akan pasokan ikan lele selalu kurang. Dengan semakin luasnya permintaan pasar, maka banyak para peternak lele pemula bersemangat untuk ikut ambil bagian dalam usaha budidaya lele. Namun setiap bisnis atau usaha hampir selalu memiliki kendala, pakan misalnya. Dengan semakin tingginya permintaan pakan buatan untuk ikan lele maka semakin hari harga pakan pellet semakin tinggi saja. Bayangkan, untuk didaerah Palembang saja, harga pakan pellet dipasar dengan kadar protein 28-30% dipatok Rp 240.000,-/sak(30kg) sedangkan pakan pellet dengan kandungan protein 31-33% dipatok harga Rp 270.000,-/sak(30kg). Mahalnya harga pakan ikan lele membuat para peternak lele berpikir ulang berkali-kali untuk budidaya lele. Oleh karena itu harus betul-betul pandai dalam management pakan lele. Jika 100% pakan beli dari toko pertanian yaitu pellet, maka profit yang diharapkan tentunya sangat sedikit, dikarenakan pengeluaran tertinggi ada di pembelian pakan.

Namun, hal ini tidak lagi terjadi jika peternak dapat mencari pakan alternatif sendiri. Banyak para peternak lele masih belum mengetahui akan hal ini, terutama para pemula yang baru saja beternak lele, padahal masalah pakan ini dapat diakali dengan bantuan pakan alternatif.
Pakan alternatif sangatlah banyak, asal peternak mau berusaha mencari dan tidak jijik. Beberapa yang dapat dijadikan pakan alternatif ikan lele diantaranya :
1. Limbah ikan di pasar
2. Usus/jeroan ayam
3. Bekicot / keong mas
4. Kotoran sapi
Nah, pada point 1-3 di atas, semuanya dapat diberikan secara langsung tanpa melalui proses hingga menjadi pakan siap pakai. Sedangkan kotoran sapi (Tletong) harus melalui beberapa tahapan agar bisa menjadi pakan yang memiliki kadar protein yang cukup untuk lele. Berikut akan akan diuraikan cara pembuatan pakan alternatif dari kotoran sapi.

Cara Membuat Pakan Alternatif dari Kotoran Sapi (Tletong) :
1. Ambil limbah kotoran ternak/sapi kira-kira 10 kg
2. Masukkan 20 tutup botol biocatfish yang merupakan probiotik khusus lele ke limbah kotoran sapi
3. Tutup rapat dalam wadah kedap udara (untuk mempercepat proses penguraian, penyatuan semua zat/kandungan atau inilah yang disebut fermentasi)
4. Setelah minimal 24 jam beri lubang untuk udara masuk biarkan selama minimal 3 hari semakin lama semakin bagus (setelah 3 hari lebih akan keluar cacing)
5. Pakan sudah jadi dan siap diberikan ke lele (sumber: Mahakam.biz)

Untuk mempercepat proses penguraian kotoran ternak, dapat juga diberi tambahan berupa ampas kelapa, air beras, air kelapa, atau kulit buah-buahan sesuai dengan ketersediaannya ditempat masing-masing. 

Baca juga Cara Pembuatan Pakan Lele dari Fermentasi Ampas Tahu